photo profil_zps7tbywctb.jpg

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo pertanian_zpspzrskfxk.jpg

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo profil2_zpsgy9yx1mb.jpg

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo albajigur_zpsuzf67d09.jpg

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo IMG_9358_zpstd4mj8ks.jpg

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, August 9, 2016

Sosialisasi Pembuatan ES- CRIM NONABONA (Tenoanan Banana)


02 agustus 2016 merupakan acara tataboga pembuatan Es- Crim NONANBONA  dari pisang yang dilaksanakan pukul 13.00, antusias warga dalam sosialisasi kali ini lumayan banyak di bandingkan dengan sosialisasi sebelumnya. Acara ini dipandu oleh saudara farhah dan isdad sedangkan untruk pematerinya adalah saudara nita dan erli. Adapun alat dan bahannya adalah sebgai berikut:
Alat :
1. Panci 4. Frezer (Kulkas)
2. Gelas 5. Sendok
3. Mixer 6. Tempat EsKrim
Bahan :
1. 3 sdm Tepung maezena
2. 7 sdm Gula pasir
3. 1 bungkus Vanili
4. 1 saset Susu Dancow
5. 2 saset Susu kental manis
6. 2 bungkus Santan
7. 3 gelas Air
8. Sejumput Garam
9. 1 sdm SP
10. Buah pisang, pop ice rasa coklat, dll.
11. Misis secukupnya

PROSEDUR MEMBUAT ES KRIM NONABONA
1. Masukkan tepung maezena sebanyak 3 sendok kedalam panci.
2. Masukkan gula sebanyak 7 sendok.
3. Masukkan 1 bungkus vanili.
4. Masukkan susu dancow ke dalam gelas yang berisi air hingga larut.
5. Campurkan larutan susu tersebut kedalam panci.
6. Tambahkan 2 bungkus susu kental manis  kedalam gelas..
7. Tambahkan  2 bungkus santan kedalam gelas yang sudah bercampur air, dan setelah itu campurkan kedalam panci (susu dancaw, susu kental manis, dan santan yang bercampur air).
8. Masukkan sejumput garam sendok makan kedalam panci.
9. Aduk hingga rata di api yang sedang hingga meletup-letup kurang lebih 10 menit.
10. Diamkan hingga dingin lalu masukkan kedalam freezer selama kurang lebih 4 jam .
11. time 1 sendok SP hingga mencair.
12. Setelah 4 jam, keluarkan dari freezer lalu dicacah.
13. Masukkan SP yang sudah mencair kedalam adonan, setelah itu mixer hingga mengembang kurang lebih 20 menit dengan kecepatan tinggi..
14. Setelah itu, bagi adonan yang sudah di mixer menjadi beberapa bagian sesuai dengan rasa yang diinginkan.
15. Tambahkan buah pisang secukupnya kedalam adonan yang sudah dipisahkan kemudian mixer kembali.
16. Setelah selesai masukkan kedalam tempat es krim yang sudah disiapkan dan taburkan misis diatasnya, kemudian taruhlah kedalam kulkas hingga membeku maka jadilah Es Krim NONABONA.

Sosialisasi Produk Kerajinan Tangan Kepada Ibu-Ibu PKK



Jum’at tanggal 29 juli 2016 jam13.00 merupakan acara sosialisasi pengolahan, pembuatan, dan pemasaran tiga produk kerajinan yaitu dari limbah kayu, pelepah pisang dan bunga dari keresek/plastik bekas. Acara ini di ikuti oleh ibu-ibu PKK dari beberapa dusun yang ada di Desa Tenonan dan mendapat respon yang  baik dari ibu-ibu PKK, hal ini dibuktikan dari antusiasme mereka dalam mengikuti acara ini, mereka rela mengorbankan waktu bekerja mereka untuk mengikuti acara ini.



Acara sosialisasi produk ini diawali dengan sambutan kepada ibu-ibu PKK oleh saudara M. Aziz Khoiri selaku penaggung jawab proker utama, pembawa acaranya saudara erli dan  isdad, sedangkan pemateri dalam acara ini yaitu saudara nita, diah dan yuni. Nita sebagai pemateri pembuatan kerajinan dari serbuk kayu, diah sebagai pemateri keajinan bunga dari kresek/plastik dan yuni sebagai pemateri kerajinan dari pelepah pisang. Masing-masing pemateri diberikan durasi waktu 7 menit untuk mendemokan pembuatan kerajinan tangan secara langsung di depan ibu-ibu PKK.

Untuk proses pembuatan kerajinan ini, kami membagi ibu-ibu PKK menajdi 4 kelompok dan masing masing kelompok didampingi oleh 2 anggota KKN untuk memberikan pengarahan disaat mereka tidak mengerti. Dalam pembuatan kerajianan ini setaip kelompok harus membuat tiga kerajinan yaitu kerajinan dari serbuk kayu, plastik bekas dan pelepah pisang dimana pada saat malam inagurasi nanti hasil kerajinan mereka akan dipamerkan.



Sekitar jam 03.30 kami memberikan pelatihan tentang pembenahan dan pemasaran produk yang di jelaskan oleh saudara aziz. Pada akhir acara kami memberikan tiga produk kerajinan yang sudah dibuat sebelumnya untuk dijadikan sebagai pemberian simbolis kepada ibu-ibu PKK dan foto bersama warga sebagai kenang-kenagan antara anggota KKN 92 dan ibu-ibu PKK. Acara ini berjalan lancar dan cukup kondusif dimana Ibu-ibu PKK mampu menuangkan kreativitas mereka pada kotak tissu yang menjadi media penempelan bubuk kayu dan pelepah pisang. Mereka juga mampu membuat karangan bunga dengan bagus untuk mengisi vas bunga. Hasil karya mereka relatif bagus dan layak untuk dipamerkan pada saat malam inagurasi nanti.

Sosialisasi Produk Kerajinan Tangan di Ponpes Al-Bajigur


Kegiatan sosialisasi di Ponpes Al-Bajigur ini merupakan salah satu rentetan kegiatan dari program kerja KKN 92. Ponpes Al-Bajigur dijadikan salah satu sasaran untuk pelatihan produk kerajinan dikarenakan Ponpes tersebut memiliki tiga kompleks sekolahan yaitu : Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Ponpes Al-Bajigur terletak di dusun Nigara, Desa Tenonan.



Kegiatan sosialisasi ke Ponpes Al-Bajigur ini berlangsung selama empat hari. Dalam empat hari tersebut kegitan dibagi menjadi beberapa urutan. Hari pertama dilaksanakan pada hari senin, tanggal  25 juli 2016. Pada hari pertama ini kami melakukan silaturrahmi dan perkenalan diri kepada siswa-siswi beserta dewan guru di Ponpes Al-Bajigur. Silaturrahmi terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang baik juga. Selanjutnya pada hari selasa, 26 juli 2016 kegiatan perkenalan alat dan bahan apa saja yang akan dibawa pada saat pelatihan pembuatan kerajinan dari sebuk kayu, pelepah pisang dan bunga dari kresek/plastik (Produk Utama) kepada siswa-siswi MI, MTs, MA Al-Bajigur. Pada hari rabu, tanggal 27 juli 2016 merupakan hari kegiatan pelatihan pembuatan  kerajinan produk utama kepada siswa-siswi MA Al-Bajigur. Dalam pelatihan kepada siswa-siswi MA terlaksana dengan baik dan lancar meskipun sebagian siswa-siswi kurang antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Hal ini dibuktikan tiap kelas memiliki jumlah siswa yang sedikit, kelas satu terdiri dari 15 siswa, kelas dua terdiri dari 15 siswa, sedangkan kelas tiga berjumlah paling sedikit yakni 12 siswa. Setelah dari sekolah MA dilanjutkan sosialisasi pelatihan ke madrasah ibtidaiyah khususnya kelas 6. Pelatihan tidak berjalan dengan baik karena kesulitan dalam penyampaiannya kepada siswa-siswi. Siswa-siswi sulit dalam menggambar dan menempelkan serbuk kayu dengan baik sehingga pelatihannya berantakan.

Pada tanggal 31 juli 2016, kegiatan pelatihan dalam memanfaatkan limbah serbuk kayu serta pelepah pisang berlanjut pada siswa-siswi MTs Al-bajigur khususnya kelas 3 tepat pukul 8 pagi. Siswa-siswi yang berantusias hanya sekitar 20 peserta. Kegiatan pelatihan berlangsung kondusif dan lancar. Siswa-siswi mampu menerapkan kreativitas mereka pada kotak tissu yang menjadi media penempelan serbuk kayu dan pelepah pisang. Mereka juga mampu membuat karangan bunga dengan bagus untuk mengisi vas bunga. Hasil karya mereka relatif bagus dan layak untuk dipamerkan pada masyarakat. 

UMKM BONSAI


Di desa tenonan terdapat UMKM yang bergerak dibidang budidaya tanaman bonsai. Usaha yang di dirikan oleh bapak samsuri ini tergolong usaha yang memiliki omset pendapatan yang lumayan besar. UMKM Bonsai ini bisa didapati di dusun Tenonan Timur, namun sangat sulit menemui UMKM Bonsai yang berada di desa tenonan. Selain di dusun Tenonan Timur, UMKM Bonsai dapat ditemui di dusun Niggara. Sedikitnya UMKM dibidang bonsai ini dikarenakan membutuhkan biaya yang begitu besar dalam melakukan sekali pembudidayaan Bonsai ini. Dalam satu kali pembonsaian bisa menghabiskan modal kurang lebih Rp 10.000.000,- , serta UMKM Bonsai sendiri kurang mendapat perhatian serius dari Kepala desa.

UMKM bonsai di desa tenonan sudah tergabung dalam komunitas pencinta Bonsai yang  berada di sekitar madura hingga tingkat nasional. Seorang pegusaha Bonsai di desa tenonan mengatakan bahwa bonsai di desa tenonan sudah sering mengikuti pameran diseluruh indonesia. Banyaknya komunitas pencintai tanaman bonsai dan seringnya pameran yang di ikuti oleh pemilik usaha bonsai di desa tenonan membuat semakin bertambahnya teman antar pencinta dan pemilik usaha di bidang bonsai.
Pemilik UMKM Bonsai mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengenyam manisnya dunia pendidikan. Namun beliau telah menunjukkan kepada dunia bahwasanya apabila mau berusaha maka akan memetik hasilnya. Hal ini didasari oleh suksesnya usaha yang dimiliki oleh pemilik usaha dibidang  bonsai didesa tenonan ini. 

UMKM dibidang budidaya tanaman bonsai ini juga berperan penting dalam pensejahteraan perekonomian masyarakat di desa tenonan. Hal ini dikarenakan UMKM Bonsai ini memiliki beberapa pekerja. Terdapat 8 orang pekerja yang bekerja pada UMKM ini. Omset UMKM di bidang Bonsai ini sangatlah menjanjikan. Satu tanaman bonsai diberi bandrol harga bisa menembus harga Rp 10.000.000,00 keatas tergantung sebesapa besar dan seberapa bagus tanaman bonsai yang akan dijual tersebut. Konsumen tanaman bonsai ini sudah menembus pasar internasional. Tanaman bonsai di desa tenonan sudah pernah menembus pasar korea selatan. Sistem penjualan tanaman bonsai di desa tenonan ini yaitu dijual melalui pameran , calling, bahkan hingga konsumen yang langsung datang ke UMKM didesa tenonan. Bibit Bonsai yang didapatkan pengusaha ini diperoleh dari hasil mencari sendiri di gunung dan bukit yang berada dimadura, mulai dari bangkalan hingga sumenep. Cara memperoleh bibit bonsai ini biasanya dengan sistem mencari sendiri dan dengan sistem meminta seseorang untuk mencarikan bibit tersebut dengan sistem bagi hasil.

Sangat disayangkan UMKM dibidang budidaya tanaman Bonsai di desa tenonan ini kurang mendapat perhatian serta dukungan dari kepala desa tenonan. Hal ini sangat berbeda dengan UMKM budidaya bonsai di Desa lain yang mendapat perhatian serta dukungan yang serius oleh Kepala desa setempat. Perlunya dukungan dan perhatian dari pemerintah dalam hal ini kepala desa tenonan terhadap usaha budidaya bonsai ini sangat diharapkan oleh pengusaha bonsai di desa tenonan. Dengan adnaya dukungan dari kepala desa dapat meningkatkan usaha tersebut dan dapat meningkatkan minat masyrakat desa tenonan dalam pembudidayaan tanaman bonsai ini. Sejatinya tanaman bonsai ini memiliki nilai yang begitu sangat tinggi.

PERTANIAN DESA TENONAN


Mayoritas masyarakat desa Tenonan bergerak dalam sektor pertanian, hal ini terbukti dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Sumenep Pada Tahun 2015 bahwa sebanyak 703 Rumah tangga bergerak dalam sektor ini. Luas lahan pada desa tenonan sendiri yaitu 730,29 Ha dibidang pertanian dan 87,66 dibidang non pertanian. Sedangkan jenis lahan pada desa tenonan yaitu sebesar 37,60 Ha sawah dan 692,69 Ha tegalan . pengairan desa tenonan yaitu menggunakan sistem tadah hujan dengan luas wilayah sebesar 37,60 Ha.

Desa tenonan tidak terdapat lahan tidur, yaitu lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Lahan tidur pada umumnya merupakan sebuah bagian dari sistem peladangan berpindah dimana petani membuka hutan, menanamnya selama beberapa musim tanam, dan meninggalkannya untuk membuka lahan baru. Sedangkan apabila didesa tenonan terdapat lahan tidur maka lahan tersebut bukan milik masyarakat desa tenonan. Seringkali masyarakat desa tenonan memilih untuk menanami tanaman border berupa pohon kelapa, pisang, jambu mente, dan kelor di pinggiran jalan, tanaman tersebut ditanam meskipun lahan utama tidak ditanami oleh pemilik lahan. Dalam pengelolaan lahan yang dilakukan didesa tenonan menggunakan bajak atau handtraktor dan sapi bagi yang memiliki sapi. Hal ini dikarenakan lahan milik masyarakat desa tenonan tidak terlalu luas yaitu sekitar 0,3 Ha perorang.

Minimnya jenis lahan sawah di desa tenonan menyebabkan mayoritas lahan didesa tenonan tidak ditanami tanaman holtikultura. Disisi lain mayoritas jenis lahan didesa tenonan yaitu jenis lahan kering atau tegalan dengan menggunakan sistem perairan tadah hujan sehingga tidak cocok dalam mendukung pertanaman sayuran. Namun apabila musim hujan masyarakat desa tenonan juga menanam padi, sedangkan pada musim kemarau masyarakat desa tenonan juga menanam padi melainkan dengan menggunakan sistem ‘’gogo’’. Dengan melihat kesesuaian lahan dan topografi serta geografis, masyarakat desa tenonan memilih menanam tanaman ketela pohon. Alasan lain masyarakat desa tenonan dalam pemilihan tanaman ketela pohon yaitu bahwa pemeliharaan tanaman ketela pohon tidak terlalu rumit, tanaman ketela pohon tidak diperlukan perawatan seperti pengairan, penyemprotan pestisida dan pemupukan yang dilakukan secara intensif. Hal ini menjadi salah satu pendorong ekonomi masyarakat desa tenonan  dikarenakan dengan mayoritas masyarakat desa tenonan yang membudidayakan tanaman ketela pohon, masyarakat desa tenonan mengolah hasil budidaya tanaman ketela pohon menjadi kripik singkong. Desa tenonan juga menjadi salah satu sentra produksi kripik ketela pohon atau kripik singkong.

Di desa tenonan juga terdapat beberapa tanaman tembakau. Yaitu pada dusun tenonan timur dan dusun niggara, dengan luas lahan sekitar 100 Ha. Dalam pembudidayaan tanaman tembakau ini juga terdapat aspek dalam pemeliharaannya yaitu kondisi lingkungan harus intensitas cahaya matahri yaitu penuh 100%. 
Hasil bumi yang mayoritas adalah ketela pohon dipasarkan langsung kepada tengkulak atau pengepul, pemasaran ini dilaksanakan dengan sistem tengkulak atau pengepul yang langsung mendatangi petani. Selain dipasarkan kepada tengkulak, para petani menjual langsung hasil bumi ke pasar-pasar disekitaran kabupaten sumenep.
Potensi pertanian dan kehutanan di desa tenonan sangatlah begitu bisa diandalkan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya budidaya tanaman ketela pohon, kelapa, dll . potensi yang dapat dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa tenonan. Namun masih banyak potensi pertanian yang tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa tenonan. Banyak buah kelapa yang terbengkalai hingga jatuh dan membusuk. Padahal potensi pemanfaatan buah kelapa sangatlah begitu menjanjikan apabila dimanfaatkan dengan baik.

Potensi pertanian yang telah dimanfaatkan dengan maksimal yaitu budidaya penanaman ketela pohon, hal ini dibuktikan dengan dikenalnya desa tenonan sebagai sentra industri pembuatan kripik ketela pohon. Kripik ketela yang telah terkenal baik didalam maupun diluar pulau madura. Apabila potensi ini bisa dikembangkan dengan inovasi-inovasi serta kreatifitas masyarakat desa tenonan maka tak dapat dipungkiri apabila perekonomian masyarakat desa tenonan mengalami kemajuan yang begitu sangat pesat.Potensi pertanian di desa tenonan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah kabupaten Sumenep. Pemerintah Sumenep mendukung potensi pertanian yang ada di desa tenonan dengan memberikan bantuan kepada petani di desa tenonan berupa alat mekanisasi pertanian yaitu handtraktor, bajak dan pupuk. Dukungan serta bantuan dari pemerintah kabupaten sumenep merupakan salah satu harapan dari para petani di desa tenonan. Dengan adanya dukungan serta bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inovasi-inovasi pengolahan hasil dari sektor pertanian. 

Hasil pertanian khususnya pada komuditas tanaman pangan yaitu padi ditanam oleh masyarakat desa tenonan hanya untuk komsumsi pribadi. Masyarakat tenonan khususnya para petani padi mayoritas enggan menjual hasil bumi yang didapatkannya kepada pengepul atau dijual langsng kepasar, melainkan menyimpan gabah kering di lumbung padi untuk memenuhi cadangan makanan mereka. Alasan lain tidak dijualnya hasil bumi dari padi yaitu karena sudah tercukupinya kebutuhan hidup masyarakat desa tenonan dari hasil industri mebel, penjualan, singkong, cabe jamu serta tanaman pekarangan lainnya yaitu pisang, jambu mente, kelapa dan mangga.

KEADAAN LINGKUNGAN DESA TENONAN

Desa Tenonan ini merupakan tempat para masyarakat atau warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas yang biasa dilakukan masyarakatnya terkait dengan aktivitas ekonomi seperti perdagangan dan pertanian, aktivitas sosial seperti proses interaksi antar warganya, kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan dan aktivitas politik. Adapun aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat kerap kali mengalami hambatan atau kendala terutama dalam hal infrastruktur. Diantaranya:
1. Penerangan jalan antar dusun kurang
2. Akses penerangan jalan sampai jalan raya juga kurang
3. Selokan-selokan yang banyak tersumbat daun-daun kering
4. Kondisi jalan beraspal rusak

jalan rusak dan tak beraspal 

Infrastruktur lingkungan merupakan fasilitas yang diberikan desa kepada masyarakat terkait lingkungan sekitarnya. Karena lingkungan sangat berperan penting untuk komunikasi antar dusun maupun antar warga itu sendiri. Jadi lingkungan sangat berperan penting dalam menunjang segala aktivitas warga desa Tenonan.  Kondisi lingkungan yang ada di desa Tenonan ini meliputi kondisi jalan yang sedikit banyak membutuhkan perbaikan, penerangan lampu jalan yang hampir tidak ada sepanjang jalan menuju jalan raya, dan selokan-selokan yang ada di setiap dusunnya kerap tersumbat dedaunan kering. 

PERKEMBANGAN DESA TENONAN

       Desa Tenonan termasuk didalam desa yang jauh dari perhatian pemerintahan pusat sehingga perkembagannya cukup lamban tiap tahunnya.dari segi infrastruktur jalan contohnya akses jalan menuju Desa Tenonan sudah diaspal sepuluh tahun yang lalu dan kini mulai rusak serta berlubang namun belum ada perbaikan dari pemerintah padahal jalanan ini menjadi akses utama warga Desa Tenonan untuk pergi ke kota hal ini sangat membahayakan warga ditambah ada jalan tanjakan yang rusak serta ketika malam hari penerengan jalan kurang.

Segi pendidikan  sudah mulai bertambah kesadaran masyarakat Tenonan akan pentingkan pendidikan sehingga angka buta huruf juga sangat sedikit, meskipun demikian tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur sekolah.Warga Tenonan yang memiliki tingkat pendidikan tinggi memilih bekerja diluar desa bahkan diluar kota tidak membangun desanya sendiri sehingga Desa Tenonan mengalami kekurangan dari sisi pengajar bahkan ada lulusan SLTA mengajar.

Segi kesehatan kesdaran akan kesehatan masih cukup kurang terbukti dari beberapa program kesehatan dengan minat rendah, seperti program perngecheckan kangker servik dini yang dilakukan dipuskesmas Tenonan masih sedikit warga yang ikut serta. Dari sisi lainnya ketika warga sakit masih mengandalkan obat yang dijual diwarung dari pada harus periksa di puskesmas mereka beranggapan obat puskesmas tidak begitu bereaksi.

Dibidang ekonomi Masyarakat Tenonan mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan jumlah produk Domestik Desa Tenonan setiap tahunnya mengalami peningkatan dengan nilai yang signifikan kurang lebih 1juta. Hal ini juga bisa dilihat dari jumlah kepemilikan kendaraan bermotor roda dua dan televisi sejumlah 575 dan 98. Perkembangan unit kegiatan menengah di Desa Tenonan meningkat pesat, kebanyakan usaha rumah tangga yang ada yaitu keripik singkong mentah dan usaha meubel. Walau tidak ada koprasi atau organisasi desa yang mengurus namun ukm meningkat. Yang menjadi hambatan pada urusan distribusi pemasaran.