Tuesday, July 19, 2016

Pengolahan Produk Limbah Kayu, Limbah Plastik dan Pelepah Pisang


Masyarakat Desa Tenonan memanfaatkan hasil kekayaan alam mereka baik dalam sektor pertanian maupun industri kayu. Mereka memanfaatkan bahan-bahan terbaik untuk dijadikan sutu produk unggulan yang mampu mendongkrak perekonomian mereka. Namun yang belum disadari dengan baik adalah ketika mereka menggunakan dan memanfaatkan suatu produk potensi lokal, mereka belum mengetahui bagian yang hampir terlupakan dari bahan yang mereka jadikan olahan produk mereka itu dapat bermanfaat dan menghasilkan suatu produk, yakni limbah. Mayoritas masyarakat belum menyadari  guna atau kebermanfaatan limbah tersebut. Setahu mereka, limbah dari kayu ataupun hasil pertanian hanya berupa sampah dan tidak mempunyai nilai guna.
Maka, dengan berbekal kesadaran akan hal sekecil itu, kelompok KKN 92 ingin membuat suatu produk inovatif yang mempunyai nilai jual ekonomis. Produk yang ditawarkan oleh kelompok KKN 92 ialah berupa produk kerajinan yang berbahan dasar dari limbah kayu untuk dikreasikan menjadi vas aneka fungsi. Kerajinan tersebut berbahan dasar serutan kayu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Serutan kayu yang akan digunakan sebagai bahan utama pembuatan vas harus dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria tersebut yaitu serutan kayu yang paling kecil.Setelah itu untuk penyaringan dijemur terlebih dahulu.Setelah didapatkan kriteria tersebut serutan kayu dapat dibuat menjadi vas.
Kemudian, produk selanjutnya adalah bunga dari limbah plastik/kresek dan kerajinan dari pelepah piasng. limbah plastik/kresek ini  merupakan sampah yang paling banyak di buang oleh manusia karena banyak orang menggunakan plastik/kresek ini untuk keperluan sehari hari . Selain limbah plastik kami membuat kerajinan dari pelepah pisang kareana di desa ini berpotensi sebagai penghasil buah pisang. Berbekal dari bahan yang kurang diperhatikan pemanfaatannya itulah, muncul  kreativitas dari kelompok KKN 92 mencetuskan ide seperti itu. Dan output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kegiatan ini dapat berjalan secara kontinu di masyarakat Desa Tenonan dan mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Selasa,  tanggal 19 juli 2016 kami mulai melakukan Pendekatan dengan informan pengrajin kayu di desa tenonan mengenai banyaknya ketersediaan bahan baku untuk produk utama kkn”92 yakni serbuk kayu halus. Disana kita mendapatkan banyak informasi mengenai potensi yang ada di Desa Tenonan. Sebagian anggota lain ada yang mulai untuk membuat kerajinan bunga plastik dan vas bunga serta tempat tissu (produk utama) lanjutan. Selain itu juga kami melakukan Konfirmasi dengan salah satu pihak sekolah yang menjadi sasaran produk utama yakni MTS dan MA Al – Bajigur, bapak madani selaku wakil kepala sekolah Al Bajigu, Pemilihan sasaran produk tersebut karena tergolong pelajar yang memiliki kreativitas yang tinggi serta ketelitian yang baik.

0 comments:

Post a Comment