Tuesday, August 9, 2016

UMKM BONSAI


Di desa tenonan terdapat UMKM yang bergerak dibidang budidaya tanaman bonsai. Usaha yang di dirikan oleh bapak samsuri ini tergolong usaha yang memiliki omset pendapatan yang lumayan besar. UMKM Bonsai ini bisa didapati di dusun Tenonan Timur, namun sangat sulit menemui UMKM Bonsai yang berada di desa tenonan. Selain di dusun Tenonan Timur, UMKM Bonsai dapat ditemui di dusun Niggara. Sedikitnya UMKM dibidang bonsai ini dikarenakan membutuhkan biaya yang begitu besar dalam melakukan sekali pembudidayaan Bonsai ini. Dalam satu kali pembonsaian bisa menghabiskan modal kurang lebih Rp 10.000.000,- , serta UMKM Bonsai sendiri kurang mendapat perhatian serius dari Kepala desa.

UMKM bonsai di desa tenonan sudah tergabung dalam komunitas pencinta Bonsai yang  berada di sekitar madura hingga tingkat nasional. Seorang pegusaha Bonsai di desa tenonan mengatakan bahwa bonsai di desa tenonan sudah sering mengikuti pameran diseluruh indonesia. Banyaknya komunitas pencintai tanaman bonsai dan seringnya pameran yang di ikuti oleh pemilik usaha bonsai di desa tenonan membuat semakin bertambahnya teman antar pencinta dan pemilik usaha di bidang bonsai.
Pemilik UMKM Bonsai mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengenyam manisnya dunia pendidikan. Namun beliau telah menunjukkan kepada dunia bahwasanya apabila mau berusaha maka akan memetik hasilnya. Hal ini didasari oleh suksesnya usaha yang dimiliki oleh pemilik usaha dibidang  bonsai didesa tenonan ini. 

UMKM dibidang budidaya tanaman bonsai ini juga berperan penting dalam pensejahteraan perekonomian masyarakat di desa tenonan. Hal ini dikarenakan UMKM Bonsai ini memiliki beberapa pekerja. Terdapat 8 orang pekerja yang bekerja pada UMKM ini. Omset UMKM di bidang Bonsai ini sangatlah menjanjikan. Satu tanaman bonsai diberi bandrol harga bisa menembus harga Rp 10.000.000,00 keatas tergantung sebesapa besar dan seberapa bagus tanaman bonsai yang akan dijual tersebut. Konsumen tanaman bonsai ini sudah menembus pasar internasional. Tanaman bonsai di desa tenonan sudah pernah menembus pasar korea selatan. Sistem penjualan tanaman bonsai di desa tenonan ini yaitu dijual melalui pameran , calling, bahkan hingga konsumen yang langsung datang ke UMKM didesa tenonan. Bibit Bonsai yang didapatkan pengusaha ini diperoleh dari hasil mencari sendiri di gunung dan bukit yang berada dimadura, mulai dari bangkalan hingga sumenep. Cara memperoleh bibit bonsai ini biasanya dengan sistem mencari sendiri dan dengan sistem meminta seseorang untuk mencarikan bibit tersebut dengan sistem bagi hasil.

Sangat disayangkan UMKM dibidang budidaya tanaman Bonsai di desa tenonan ini kurang mendapat perhatian serta dukungan dari kepala desa tenonan. Hal ini sangat berbeda dengan UMKM budidaya bonsai di Desa lain yang mendapat perhatian serta dukungan yang serius oleh Kepala desa setempat. Perlunya dukungan dan perhatian dari pemerintah dalam hal ini kepala desa tenonan terhadap usaha budidaya bonsai ini sangat diharapkan oleh pengusaha bonsai di desa tenonan. Dengan adnaya dukungan dari kepala desa dapat meningkatkan usaha tersebut dan dapat meningkatkan minat masyrakat desa tenonan dalam pembudidayaan tanaman bonsai ini. Sejatinya tanaman bonsai ini memiliki nilai yang begitu sangat tinggi.

0 comments:

Post a Comment