Tuesday, August 9, 2016

PERTANIAN DESA TENONAN


Mayoritas masyarakat desa Tenonan bergerak dalam sektor pertanian, hal ini terbukti dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Sumenep Pada Tahun 2015 bahwa sebanyak 703 Rumah tangga bergerak dalam sektor ini. Luas lahan pada desa tenonan sendiri yaitu 730,29 Ha dibidang pertanian dan 87,66 dibidang non pertanian. Sedangkan jenis lahan pada desa tenonan yaitu sebesar 37,60 Ha sawah dan 692,69 Ha tegalan . pengairan desa tenonan yaitu menggunakan sistem tadah hujan dengan luas wilayah sebesar 37,60 Ha.

Desa tenonan tidak terdapat lahan tidur, yaitu lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Lahan tidur pada umumnya merupakan sebuah bagian dari sistem peladangan berpindah dimana petani membuka hutan, menanamnya selama beberapa musim tanam, dan meninggalkannya untuk membuka lahan baru. Sedangkan apabila didesa tenonan terdapat lahan tidur maka lahan tersebut bukan milik masyarakat desa tenonan. Seringkali masyarakat desa tenonan memilih untuk menanami tanaman border berupa pohon kelapa, pisang, jambu mente, dan kelor di pinggiran jalan, tanaman tersebut ditanam meskipun lahan utama tidak ditanami oleh pemilik lahan. Dalam pengelolaan lahan yang dilakukan didesa tenonan menggunakan bajak atau handtraktor dan sapi bagi yang memiliki sapi. Hal ini dikarenakan lahan milik masyarakat desa tenonan tidak terlalu luas yaitu sekitar 0,3 Ha perorang.

Minimnya jenis lahan sawah di desa tenonan menyebabkan mayoritas lahan didesa tenonan tidak ditanami tanaman holtikultura. Disisi lain mayoritas jenis lahan didesa tenonan yaitu jenis lahan kering atau tegalan dengan menggunakan sistem perairan tadah hujan sehingga tidak cocok dalam mendukung pertanaman sayuran. Namun apabila musim hujan masyarakat desa tenonan juga menanam padi, sedangkan pada musim kemarau masyarakat desa tenonan juga menanam padi melainkan dengan menggunakan sistem ‘’gogo’’. Dengan melihat kesesuaian lahan dan topografi serta geografis, masyarakat desa tenonan memilih menanam tanaman ketela pohon. Alasan lain masyarakat desa tenonan dalam pemilihan tanaman ketela pohon yaitu bahwa pemeliharaan tanaman ketela pohon tidak terlalu rumit, tanaman ketela pohon tidak diperlukan perawatan seperti pengairan, penyemprotan pestisida dan pemupukan yang dilakukan secara intensif. Hal ini menjadi salah satu pendorong ekonomi masyarakat desa tenonan  dikarenakan dengan mayoritas masyarakat desa tenonan yang membudidayakan tanaman ketela pohon, masyarakat desa tenonan mengolah hasil budidaya tanaman ketela pohon menjadi kripik singkong. Desa tenonan juga menjadi salah satu sentra produksi kripik ketela pohon atau kripik singkong.

Di desa tenonan juga terdapat beberapa tanaman tembakau. Yaitu pada dusun tenonan timur dan dusun niggara, dengan luas lahan sekitar 100 Ha. Dalam pembudidayaan tanaman tembakau ini juga terdapat aspek dalam pemeliharaannya yaitu kondisi lingkungan harus intensitas cahaya matahri yaitu penuh 100%. 
Hasil bumi yang mayoritas adalah ketela pohon dipasarkan langsung kepada tengkulak atau pengepul, pemasaran ini dilaksanakan dengan sistem tengkulak atau pengepul yang langsung mendatangi petani. Selain dipasarkan kepada tengkulak, para petani menjual langsung hasil bumi ke pasar-pasar disekitaran kabupaten sumenep.
Potensi pertanian dan kehutanan di desa tenonan sangatlah begitu bisa diandalkan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya budidaya tanaman ketela pohon, kelapa, dll . potensi yang dapat dikembangkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa tenonan. Namun masih banyak potensi pertanian yang tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat desa tenonan. Banyak buah kelapa yang terbengkalai hingga jatuh dan membusuk. Padahal potensi pemanfaatan buah kelapa sangatlah begitu menjanjikan apabila dimanfaatkan dengan baik.

Potensi pertanian yang telah dimanfaatkan dengan maksimal yaitu budidaya penanaman ketela pohon, hal ini dibuktikan dengan dikenalnya desa tenonan sebagai sentra industri pembuatan kripik ketela pohon. Kripik ketela yang telah terkenal baik didalam maupun diluar pulau madura. Apabila potensi ini bisa dikembangkan dengan inovasi-inovasi serta kreatifitas masyarakat desa tenonan maka tak dapat dipungkiri apabila perekonomian masyarakat desa tenonan mengalami kemajuan yang begitu sangat pesat.Potensi pertanian di desa tenonan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah kabupaten Sumenep. Pemerintah Sumenep mendukung potensi pertanian yang ada di desa tenonan dengan memberikan bantuan kepada petani di desa tenonan berupa alat mekanisasi pertanian yaitu handtraktor, bajak dan pupuk. Dukungan serta bantuan dari pemerintah kabupaten sumenep merupakan salah satu harapan dari para petani di desa tenonan. Dengan adanya dukungan serta bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inovasi-inovasi pengolahan hasil dari sektor pertanian. 

Hasil pertanian khususnya pada komuditas tanaman pangan yaitu padi ditanam oleh masyarakat desa tenonan hanya untuk komsumsi pribadi. Masyarakat tenonan khususnya para petani padi mayoritas enggan menjual hasil bumi yang didapatkannya kepada pengepul atau dijual langsng kepasar, melainkan menyimpan gabah kering di lumbung padi untuk memenuhi cadangan makanan mereka. Alasan lain tidak dijualnya hasil bumi dari padi yaitu karena sudah tercukupinya kebutuhan hidup masyarakat desa tenonan dari hasil industri mebel, penjualan, singkong, cabe jamu serta tanaman pekarangan lainnya yaitu pisang, jambu mente, kelapa dan mangga.

0 comments:

Post a Comment