Tuesday, August 9, 2016

Sosialisasi Produk Kerajinan Tangan di Ponpes Al-Bajigur


Kegiatan sosialisasi di Ponpes Al-Bajigur ini merupakan salah satu rentetan kegiatan dari program kerja KKN 92. Ponpes Al-Bajigur dijadikan salah satu sasaran untuk pelatihan produk kerajinan dikarenakan Ponpes tersebut memiliki tiga kompleks sekolahan yaitu : Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Ponpes Al-Bajigur terletak di dusun Nigara, Desa Tenonan.



Kegiatan sosialisasi ke Ponpes Al-Bajigur ini berlangsung selama empat hari. Dalam empat hari tersebut kegitan dibagi menjadi beberapa urutan. Hari pertama dilaksanakan pada hari senin, tanggal  25 juli 2016. Pada hari pertama ini kami melakukan silaturrahmi dan perkenalan diri kepada siswa-siswi beserta dewan guru di Ponpes Al-Bajigur. Silaturrahmi terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang baik juga. Selanjutnya pada hari selasa, 26 juli 2016 kegiatan perkenalan alat dan bahan apa saja yang akan dibawa pada saat pelatihan pembuatan kerajinan dari sebuk kayu, pelepah pisang dan bunga dari kresek/plastik (Produk Utama) kepada siswa-siswi MI, MTs, MA Al-Bajigur. Pada hari rabu, tanggal 27 juli 2016 merupakan hari kegiatan pelatihan pembuatan  kerajinan produk utama kepada siswa-siswi MA Al-Bajigur. Dalam pelatihan kepada siswa-siswi MA terlaksana dengan baik dan lancar meskipun sebagian siswa-siswi kurang antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Hal ini dibuktikan tiap kelas memiliki jumlah siswa yang sedikit, kelas satu terdiri dari 15 siswa, kelas dua terdiri dari 15 siswa, sedangkan kelas tiga berjumlah paling sedikit yakni 12 siswa. Setelah dari sekolah MA dilanjutkan sosialisasi pelatihan ke madrasah ibtidaiyah khususnya kelas 6. Pelatihan tidak berjalan dengan baik karena kesulitan dalam penyampaiannya kepada siswa-siswi. Siswa-siswi sulit dalam menggambar dan menempelkan serbuk kayu dengan baik sehingga pelatihannya berantakan.

Pada tanggal 31 juli 2016, kegiatan pelatihan dalam memanfaatkan limbah serbuk kayu serta pelepah pisang berlanjut pada siswa-siswi MTs Al-bajigur khususnya kelas 3 tepat pukul 8 pagi. Siswa-siswi yang berantusias hanya sekitar 20 peserta. Kegiatan pelatihan berlangsung kondusif dan lancar. Siswa-siswi mampu menerapkan kreativitas mereka pada kotak tissu yang menjadi media penempelan serbuk kayu dan pelepah pisang. Mereka juga mampu membuat karangan bunga dengan bagus untuk mengisi vas bunga. Hasil karya mereka relatif bagus dan layak untuk dipamerkan pada masyarakat. 

0 comments:

Post a Comment